Perpustakaan Desa dan Taman Baca Masyarakat - Tumpi Readhouse>

Mertidesa Cultural Festival, Ajang Kreasi Warga

Mertidesa Culture Festival 2013 telah berjalan dengan lancar, antusias warga terhadap event tahunan ini cukup tinggi karena ada sekian banyak rangkaian acara yang sajikan. Event yang digelar selama dua hari sejak hari Jumat 23 Agustus 2013 s/d Sabtu 24 Agustus 2013 terdapat beragama program acara diantaranya pelatihan fotografi, pemutaran film, pertunjukan reog, gunungan, pentas campursari dan event penutup pagelaran wayang kulit dengan lakonWahyu Cempaka Mulya dengan dalang Ki Joko Dolog.

Acara Mertidesa Culture Festival 2013 dimulai dengan acara workshop fotografi dengan narasumber Mas Bram dan Mas Ganug dari rumahfoto.net, sebuah portal fotografi yang dibuat oleh beberapa fotografer di Solo. Acara workshop fotografi dihadiri oleh peserta yang sebagian besar adalah pelajar di Kecamatan Simo yang mengambil jurusan Multimedia. Materi workshop fotografi diisi dengan seluk-beluk teknis fotografi, motivasi pengambilan gambar, dan pengenalan alat khususnya kamera DSLR.

Setelah workshop fotografi, rencana awal akan diselenggarakan diskusi film bersama Gotot Prakosa, seorang akademisi dan praktisi film dari FFTV IKJ dan juga merupakan sutradara film Kantata Takwa. Namun karena narasumber diskusi berhalangan hadir, acara diskusi film dibatalkan.

pemutaran film mertidesa Desa Pentur tahun 2013
pemutaran film mertidesa Desa Pentur tahun 2013

Pemutaran film dengan format layar tancap menjadi tontonan yang sekaligus menjadi wahana edukasi bagi masyarakat. Beberapa film yang diputar dalam rangkaian Mertidesa Culture Festival 2013 diantaranya film garapan BW. Purbanegara yang berjudul Say Helo to Yellow dan Cheng-Cheng Po, selain itu juga diputar film Harap Tenang Ada Ujian karya Ifa Isfansyah. Acara pemutaran dimulai pukul 19.00 WIB yang dihadiri oleh anak-anak dan remaja di Desa Pentur.

Hari Sabtu pagi (24/8/13) warga desa disibukkan dengan pembuatan gunungan, yakni makanan dan hasil bumi desa yang dirangkai menjadi bentuk seperti gunung. Berbagi macam sayuran mentah, buah-buahan dan produk makanan dari desa menjadi elemen hias dalam gunungan. Para ibu dan Bapak-bapak terlibat dalam pembuatannya, tak terkecuali para pemuda juga turut andil dalam pembuatan gunungan yang rencananya akan diarak keliling desa menuju tempat diselenggarakannya acara Mertidesa Cuture Festival 2013.

arak-arakan gunungan di Desa Pentur
Arak-arakan gunungan di Desa Pentur

Arak-arakan gunungan dimulai dari Dukuh Ringin Anom menuju dukuh Karang pada pukul 12.30 WIB. Dengan iringan musik gamelan dan kuda lumping, kelompok gunungan menghampiri kelompok-kelompok gunungan lainnya yang tersebar di beberapa RT di Desa Pentur.

Arak-arakan gunungan yang diiringi ratusan warga masyarakat berakhir di Dukuh Ringin Anom sebagai venue Mertidesa Cuture Festival 2013. Sebelum gunungan-gunungan tersebut didoakan, beragam kesenian reog dari Desa Pentur menunjukkan kebolehannya masing-masing. Dari reog yang anggotanya anak-anak, dewasa maupun orang tua pentas secara bergantian.

Pagelaran Wayang Kulit
Pagelaran Wayang Kulit

Setelah pertunjukan reog selesai, tokoh masyarakat Desa Pentur memimpin doa bersama untuk keselamatan seluruh warga desa pentur. Doa bersama yang dilanjutkan dengan acara potong tumpeng tersebut merupakan sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah acara potong tumpeng selesai, semua warga berebut mendapatkan hasil bumi yang telah dirangkai dalam gunungan, mereka percaya akan mendapatkan berkah tersendiri jika berhasil mendapatkan apa yang telah diperebutkan.

Kemeriahan acara sangat terihat dengan banyaknya pengunjung yang hadir, tidak hanya warga Desa Pentur namun juga dari luar daerah. Setelah acara gunungan selesai, rangkaian acara dilanjutkan dengan pertunjukan kesenian campursari ringkes CJDW sampai pukul 16.00 WIB.

Sebagai puncak acara Mertidesa Cuture Festival 2013, Kepala Desa Pentur membuka acara dengan sambutannya yang dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolispertunjukan wayang kulit semalam seuntuk dengan lakon Wahyu Cempoko Mulyo dimulai pada pukul 20.30 WIB.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*