Perpustakaan Desa dan Taman Baca Masyarakat - Tumpi Readhouse>

Ini Alasannya, Kenapa Harus Ada Perpustakaan Di Desa

Belajar kelompok masih menjadi tradisi di Desa
Kemiskinan amat sering membatasi kemajuan perkembangan bakat, kreativitas serta karakter anak dan generasi muda di wilayah terpencil. Desa Pentur merupakan salah satu daerah di kabupaten Boyolali yang terdapat ratusan anak dan pemuda yang menyimpan mimpi serta keinginan untuk menggapai kemajuan.
Sayang, kondisi alam yang sulit, budaya konsumtif yang selalu ditawarkan media dan kemiskinan yang membalut masyarakat selalu saja mematahkan cita-cita mereka, apalagi dengan beban biaya hidup yang tinggi sering menyebabkan pendidikan dan kebutuhan anak dalam keluarga dikesampingkan. Rumitnya persoalan tersebut mengakibatkan hilangnya lingkungan yang kreatif dan produktif bagi tumbuh kembangnya anak muda di daerah khususnya pedesaan.
Program-program pendidikan nasional khususnya perguruan tinggi telah dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan kualitas para generasi penerus. Namun demikian dengan kemajuan yang ada menuntut biaya pendidikan yang relatif tinggi, sedangkan remaja lulusan SLTA selama ini hanya diciptakan untuk menjadi kuli-babu di kota besar karena kreativitas mereka telah terpasung oleh dogma “lulus sekolah, buat lamaran kerja”. Atas dasar itulah maka penting untuk mengupayakan terbangunnya suatu lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan jiwa serta potensi generasi muda secara sehat dan membebaskan. Hal ini dimaksudkan agar kelak mereka dapat semakin tumbuh menjadi pribadi yang bebas, kreatif, menguasai pengetahuan dan berbudi luhur.
Dalam Undang-Undang RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada bab I pasal 1 ayat 23 disebutkan bahwa “Sumber daya pendidikan adalah segala sesuatu yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan yang meliputi tenaga pendidikan, masyarakat, dana, sarana dan prasarana”. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU No. 2 tahun 1989 pasal 35). dijelaskan bahwa setiap satuan pendidikan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar. Pada penjelasan pasal tersebut diterangkan bahwa salah satu sumber belajar adalah perpustakaan, karena perpustakaan merupakan sebuah wadah yang menyediakan sumber-sumber pengetahuan yang dapat memberikan kontribusi positip terhadap pelaksanaan pendidikan.
Membangun rumah baca (perpustakaan) dan pusat kegiatan kreatif di pedesaan penting untuk direalisasikan, karena dengan tersedianya bahan bacaan bermutu dan adanya forum-forum komunikasi akan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kecakapan daya pikir, memperluas wawasan pengetahuan dan mengembangkan kreativitas bagi siapapun yang terlibat didalamnya. Ilmu pengetahuan, teknologi, iman dan takwa merupakan bekal untuk menggali aset-aset lokal yang dapat menjadi daya tawar menuju pasar global, dari sinilah diharapkan akan menjadi titik tumpu generasi penerus untuk menyongsong masa depan ke arah kerja mandiri.

Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan melalui tombol di atas. Jangan enggan untuk berkomentar agar bisa saling belajar


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*